Breaking News

Lamellong Resmi Laporkan Bank Mandiri Cabang Bone, Ke Polisi




WATAMPONE,LAMELLONGPOS.COM--Lembaga Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (LSM Lamellong) Kabupaten Bone menemukan fakta baru atas hasil investigasi yang telah dilakukan bersama timnya, Dimana fakta lapangan di duga sejumlah agen BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang telah di tetapkan tidak sesuai Pedum (Pedoman Umum) tentang penetapan agen BPNT yang merupakan kewenangan Bank mandiri selaku bank Penyalur BPNT.


Fakta tersebut, di sinyalir telah menyalahi Pedum dan pihak Bank Mandiri Cabang Bone di duga kuat telah melakukan hal yang bertentangan dengan regulasi membuat surat keterangan palsu atau rekomendasi palsu," kata Ketum LSM Lamellong Muhammad Rusdi saat di temui di salah satu Cafe di Kabupaten Bone. Jumat 23 /07/2021


Setelah mempelajari Regulasi dan pedum BPNT. ia, menduga ada unsur pidana yang dilakukan oleh Bank mandiri terkait penunjukan agen BPNT, sudah jelas jika tidak sesuai pedum berarti pihak bank mandiri melakukan pemalsuan surat keterangan (SK) Agen atau E- warung BPNT.


Lebih jauh di jelaskan bahwa agen BPNT yang tunjuk sekiranya harus memenuhi kriteria berdasakan Pedoman Umum Bantuan Pangan Non Tunai tahun 2019. Tidak boleh asal asalan, Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat umum, duit yang digunakan adalah uang Negara, jadi tidak boleh di permainkan demi meraup Keuntungan besar, tidak boleh ada korporasi Sehingga menguntungkan pihak tertentu, tanpa memperhatikan Regulasi atau aturan yang berlaku," Tegasnya


Nyatanya, fakta yang kami temukan tidak demikian. Bahkan sejumlah E- Warung yang di tunjuk oleh Bank Mandiri tidak sesuai pedum BPNT. Misalnya, agen yang di tunjuk bukan usaha mikro kecil, tidak memiliki kemampuan reputasi, kredibilitas dan integritas di wilayah operasionalnya, tidak memiliki penghasilan tetap dari kegiatan usaha yang sedang berjalan dengan lokasi usaha tetap, serta tidak memiliki jenis usaha sebagai penyedia bahan pangan yang berkelanjutan," Terang Rusdi.


"hasil investigasi kami sudah kumpulkan. Selanjutnya di adukan ke Polres Bone untuk diproses secara hukum".



@Redaksi

Tidak ada komentar