Bone,

LAMELLONG POS : HOME »

 name   name

 name

Mantan Sekjen ESDM Waryono Karno saat bergegas meninggalkan Gedung KPK pada bergegas meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Senin 17 November 2014.



JAKARTA,LAMELLONGPOS,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Mineral (ESDM) Waryono Karno, Kamis (18/12/2014) malam.

Waryono adalah tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi sektor energi dan sumber daya mineral, sosialisasi hemat energi, sepeda sehat, dan perawatan kantor Setjen Kementerian ESDM tahun anggaran 2012.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan sebelum ditahan, Wahyono menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB.

"Tersangka WK (Waryono Karno) ditahan untuk 20 hari pertama," kata Johan saat konferensi pers di Gedung KPK,Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (18/12/2014) malam.

Wahyono ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur, Cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur.

Johan mengatakan penahanan Wahyono didasarkan atas tiga alasan bersifat subjektif dan objektif yakni dikhawatirkan menghilangkan barang bukti atau mempengaruhi saksi-saksi, melarikan diri, mengulangi perbuatannya.

Dia belum menerima informasi dari penyidik apakah selama penanganan perkara ini, Waryono bersikap kooperatif atau tidak. "Ini yang saya belum terima infomasi," tandasnya.

Johan mengaku telah menerima informasi bahwa penanganan kasus tersebut sudah mencapai 60%. "Jadi sudah mau naik ke penuntutan," katanya.

Dalam kasus ini Waryono diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang UU Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Waryono Karno menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam. Tiba pukul 09.30 WIB, Waryono baru terlihat di ruang steril pukul 20.50 WIB.

Dia keluar Gedung KPK dibalut dengan rompi tahanan KPK. Waryono tidak berkomentar banyak terkait penahanannya. "Saya lillahi ta'ala saja. Saya apa adanya saja," ucap Waryono.



 Sumber : sindo


WATAMPONE.LAMELLONGPOS.COM - Menteri Pertanian RI,  Ir. Amran Sulaiman, tak segan turun ke sawah untuk menanam padi saat menggelar kunjungan kerja di Dusun Laccibung'e Desa Pitung Pidange, Kecamatan Libureng, Kamis (18/12/2014). Dengan kaki telanjang, Amran turun ke sawah yang siap ditanami itu, sambil memperlihatkan kelihaiannya menanam padi di depan sejumlah aparat TNI-AD.

Menurut Amran, dirinya besar di sawah, sehingga menanam padi di sawah yang berlumpur bukanlah hal yang baru dan pertama bagi dirinya. "Dulu jaman 70-an banyak yang ditanam, sekarang kita tanamnya tak satu-satu," kata Menteri yang lahir dari Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968 silam ini.

Amran yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah Desa terpencil di Bakunge Desa Mappesangka Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan itu, terlihat tidak canggung ketika ia turun dan menanam padi di Sawah, bahkan Ia nampak sangat lihai mempraktekkan cara menanam padi di sawah.

Sementara itu, sejumlah warga yang turut hadir di lokasi penanaman padi di Desa Pitung Pidange, Kecamatan Libureng, Bone, mengatakan bahwa Amran sejak kecil hingga remaja sudah biasa turun ke sawah.

"Turun ke sawah bukan hal baru bagi pak Amran, karen beliau besar dari bertani di sawah," ungkap Narti, salah seorang warga setempat.



SUMBER : BONEPOS



Watampone,Lamellongpos,- Kepala Desa Turu Adae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone Sukman Bin Ambo Tang (41) di tangkap bersama 7(tujuh) rekannya yang telah asyik berjudi dan kedapatan  membawa barang haram Narkoba, Resmi ditetapkan jadi tersangka narkoba, hal ini berdasarkan hasil tes urine yang menunjukan yang bersangkutan positif menggunakan sabu.

"Dari tes urine Oknum Kepala Desa Turu Adae (Sukman) positif menggunakan narkoba," ungkap Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Rudy Selasa,09/12/2014.


Sekedar diketahui sebelumnya,Sukman ditangkap Polisi bersama 7 (tujuh) warga di Desanya, Selasa (09/12/2014). Mereka adalah  Andi Mensong Bin A. Husain (38), Rustan Bin Muh. Arsyad (41), Budiman Bin Saleang (33)Gunawan Bin Abd. Karim (51), Jumardi Bin Enre (39), Nanang Bin Latang (34) dan Andi Heran (30).

Aparat kepolisian menyita uang tunai Rp 1,2 juta, yang dipakai taruhan dalam permainan judi, dan Polisi juga mendapatkan 3 paket plastik kecil narkoba yang diduga jenis sabu dari Sukman termasuk alat hisap sabu, semua barang bukti tersebut telah di sita dan diamangkan dimapolres Bone.

Penulis :Lamellongpos

ilustrasi
LAMELLONGPOS.COM, KENDARI - DF (14), gadis yang masih duduk di bangku SMP di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diperkosa secara bergilir oleh 14 pria di salah satu kamar kos di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
DF pertama kali diperkosa oleh pacarnya, Unces (26), karyawan salah satu tempat hiburan malam di Kota Kendari. Korban tak berani melawan lantaran diancam oleh belasan pelaku. Salah satu pelaku adalah pemilik kos tempat korban diperkosa.
"Kejadiannya tanggal 7 Desember hari Minggu pukul 19.00 Wita. Korban diajak pacarnya ke rumah kos temannya bernama Jumran. Lalu, korban disetubuhi pacarnya, kemudian digilir 13 pelaku lainnya, yang merupakan warga di lorong Lumba-Lumba dan satu orang lagi pemilik kos," kata Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Robby Topan Manusiwa di Polres Kendari, Rabu (10/12/2014).
Korban sempat disekap satu malam. Selanjutnya, kata Robby, korban dibuang oleh Unces di Pasar Panjang Kendari pada tengah malam. Setelah diperkosa, DF takut pulang ke rumahnya di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari.
"Korban menginap di rumah temannya karena takut pulang. Orangtuanya panik, lalu menelepon teman anaknya tempatnya bermalam. Kemudian, hari Senin, orangtua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polres," kata Robby.
DF dan Unces baru dua minggu menjalin asmara. Mereka telah lama berkenalan melalui jejaring sosial Facebook. Setelah menerima laporan orangtua korban, lanjut Robby, pihaknya menurunkan personel untuk mencari para pelaku.
"Semalam kita amankan Unces, kemudian tadi sore dua orang pelaku lainnya, yakni Dedy dan Acung, kita tangkap di Jalan Lumba-lumba. Sisanya masih dalam pengejaran, termasuk pemilik kos yang kini kabur ke Makassar," katanya.
Robby menambahkan, para pelaku akan dijerat Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber : Tribun timur



Watampone,Lamellongpos.com,- Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2014, Sejumlah Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bone Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan STKIP Muhammadiyah Bone, Melakukan Aksi Demonstasi Di Kantor DPRD Kabupaten Bone.


Ihwan Afdal Selaku Orator dalam Orasinya Di Ruang Aspirasi DPRD Bone Menyampaikan Bahwa Sebagai Lembaga Pengawasan dan Lembaga Wakil Rakyat tentu Harapan kami di Hari Anti Korupsi Ini agar ada Komitmen dari DPRD Bone Untuk Tidak Korupsi Serta Meminta Kepada DPRD Bone Untuk Melakukan Pemantauan Terhadap Sejumlah Kasus Yang Mandek jangan Seperti Sebelumnya Yang Terkesan Berdiam Tanpa Pernah Melakukan Pemanggilan Kepada Pihak Polisi Memintai Alasan Mandeknya Sejumlah Kasus Yang Di Polres Bone.


Salah Satu Penerima Aspirasi kali Ini Menyampaikan Rasa terimah Kasih Kepada Ade-Ade Mahasiswa yang Senantiasa Mengingtakan Kami Selaku Wakil Rakyat, Aspirasi Ade-Ade Mahasiswa kami Terimah, Akan Kami
Rapatkan Terkait tuntutan-Tuntutan Ade-Ade Dan Kami Akan Senantiasi Melakukan Fungsi Pengawasan Sebagai Mana Tugas Kami Selaku Anggota DPRD.


Sementara Andi Saiful Marfian Selaku Kordinator Lapangan Menegaskan Kepada Anggota DPRD Bone Untuk Benar-Benar Komitmen Untuk Bebas Dari Tindak Pidana Korupsi Dan Kami Menginginkan Bahwa tidak Hanya Sekedar Retorika Belaka Saja Dari Bapak DPRD Bone, Tapi Kami Menginginkan Untuk Benar-benar Solid Melakukan Pengawasan.


Lanjut Andi Saiful Dengan Meminta Kapada Anggota DPRD Bone Untuk Bertanda tangan Sebagai Bentuk Dan Komitmen Bapak.

Penulis: Use
Editor : Ruz

Lamellongpos,Watampone,-Oknum Kepala Desa Turu Adae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone Sukman Bin Ambo Tang (41) di tangkap bersama 7(tujuh) rekannya yang telah asyik berjudi dan kedapatan  membawa barang haram Narkoba, Selasa,09/12/2014.

Aparat kepolisian setempat menyita uang tunai Rp 1,2 juta, yang dipakai taruhan dalam permainan judi, dan Polisi juga mendapatkan 3 paket plastik kecil narkoba yang diduga jenis sabu dari Sukman termasuk alat hisap sabu, semua barang bukti tersebut telah di sita dan diamangkan.


Informasi yang dihumpun Wartawan, Pelaku dengan barang bukti, merupakan warga  Desa Turu Adae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Andi Mensong Bin A. Husain (38), Rustan Bin Muh. Arsyad (41), Budiman Bin Saleang (33)Gunawan Bin Abd. Karim (51), Jumardi Bin Enre (39), Nanang Bin Latang (34) dan Andi Heran (30).

Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Rudi mengatakan, saat ini sang kades sedang menjalani pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Bone. "Dia (Sukman) dan pelaku lainnya sementara menjalani pemeriksaan dan tes urine," ungkapnya

Penulis: Ahlis
editor : Ruz

Watampone,Lamellongpos,- Tercatat sejumlah kasus mandek yang ditangani Satuan Reskrim Polres Bone, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait penanganan kasus tersebut,(minggu 07/12/2014)

Aparat penegak hukum dinilai mandul menangani kasus yang terindikasi dalam penenganan kasus mandek diwilaya hukumnya,ada apa ya...? apakah ini patut dan layak diduga ada konsfirasi tingkat tinggi antara oknum polisi dengan yang bersangkutan ujar Rusdi selaku pengiat LSM dibone yang ditemui disalah satu warkop dibone'

sekedar diketahui bahwa kasus yang dinyatakan mandek ditangan penyidik polres Bone diantaranya, kasus ilegal loging yang ditangani unit Tipiter, Kasus BBM ilegal sebanyak 12 Ton ditangani unit Ekonomi, kasus Veronika Erasanti ditangani unit Resum, kasus Bulog ditangani Tipikor dan masi banyak yang lain,kata rusdi

Terpisah Mantan Ketua IMM Cabang Bone, Usman Al-Khair meminta kepada Kapolres Bone untuk membeberkan sejumlah deretan kasus yang ditangani,Pasalnya selama ini masyarakat yang menyampaikan ke polisi sejumlah kasus di bone, jadi sekarang di balik, polisi harus menyampaikan kasus yang belum dituntaskan secara terbuka dan transfaransi dan bagaimana perkembangannya,tegasnya


Kasat Reskrim Polres Bone AKP Andi Asdar'dihubungi melalui ponselnya mengatakan Semua kasus akan diproses tinggal menunggu kedatangan Kapolres, baru kita gelarkan bersama pokonya semua akan kami tuntaskan dan diteruskan sampai ke pengadilan'ungkapnya,

Penulis : Irfan