Bone,

LAMELLONG POS : HOME »

 name   name

 name

LAMELLONGPOS.COM, MAKASSAR -Nasib terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Sulsel, Andi Muallim akan di tentukan pekan depan.

Pasalnya pada persidangan dengan agenda replik yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (22/9/2014) majelis hakim yang diketuai oleh M Damis didampingi Frangki Tambuwun dan Rosatansar mengadenkan pada persidangan berikutnya diagendakan dengan putusan.

"Persidangan kembali digelar pada hari Senin tanggal 29 September mendatang, dengan agenda pembacaan putusan," ujar M Damis.
Jaksa penuntut umum (JPU) Greafik dan M Yusuf, menyatakan Andi Muallim selaku kuasa pengguna anggaran harus bertanggungjawab pada proses pencairan dana bansos yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp8,87 miliar.

Pada persidangan tersebut, Andi Muallim hanya diam duduk di kursi persakitan dan terlihat tegar. Ruang sidang yang terluas di Pengadilan tersebut pun dipenuhi dengan para pendukung Muallim yang ingin melihat langsung persidangan Muallim.
Pada persidangan sbelumnya, jaksa Greafik menuntut Andi Muallim dengan hukuman 3 tahun penjara denda sebesar Rp100 juta.

Pada pembacaan tuntutannya jaksa Greafik menyatakan jika terdakwa melanggar pasal 3 undang undang tindak Pidana Korupsi. (*)

Sumber : Trıbun Tımur
LamellongPos

LAMELLONGPOS.COM, MAKASSAR -Setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel  menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sisial (Bansos) Sulsel,  yakni Adil Patu, Mujiburahman, Mustagfir Rahman dan Kahar Gani, Kejati  kembali membidik gerbong kedua sebagai calon tersangka. Namun hal tersebut dinilai hanya sebatas penyataan saja.

Lembaga Pemerhati korupsi, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, menganggap pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Kejati, Kamis (7/8/2014) lalu yang menyatakan kembali membidik gerbong kedua sebagai calon tersangka, hanya untuk membuat gembira warga.

Staf Badan Pekerja ACC, Wiwin Suwandi, Minggu (21/9/2014) mengatakan Kejati harus segera menetapkan gerbong kedua dan segera melakukan penahanan. ACC mengharapkan supaya Kejati segera menetapkan kubu Andi Yagkin Padjalangi dari Golkar, untuk memperlancar proses pemeriksaan.

Menurut Wiwin, dari hasil  penelusuran ditemukan fakta dari 202 proposal yang dianggap bermasalah, baik karena menggunakan alamat fiktif, tidak ada lembaga penerima, atau pemilik lembaga merasa tidak pernah menerima bantuan, 100 proposal di antaranya ternyata mengatasnamakan politikus Golkar, Andi Yagkin Padjalangi.

"Jadi tidak ada alasan Kejati untuk tidak menyeret Yagkin Padjalangi. Sudah sangat jelas keteribatannya. Tersangka Bansos jangan dicicil. Langsung seret semua. Termasuk semua penerima dana bansos dari kalangan legislator yang sekarang jadi tersangka juga harus ditahan. Supaya tidak menghilangkan barang bukti," ujar Wiwin.

Sumber : trıbun tımur
LamellongPos

JAKARTA, LAMELLONGPOS.COM - Seorang wanita tepergok meletakkan sesuatu mirip sesajen di pintu belakang Gedung Komisi
Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Sabtu (20/9/2014).
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, wanita itu meletakkan benda aneh tersebut setelah turun dari Fortuner putih bernomor polisi B 321 SGI.

"Sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan, ada seorang perempuan mengendarai Fortuner putih B 321 SGI, persis di depan pintu ke luar belakang kantor KPK, perempuan itu turun dan meletakkan sebuah pot persis di depan pintu keluar," kata Johan melalui pesan singkat.
Aksi perempuan ini sempat dipergoki petugas keamanan KPK. Perempuan itu, kata Johan, bergegas pergi ketika dihampiri petugas KPK. Petugas KPK yang menghampiri perempuan tersebut melihat sebuah pot yang sekilas mirip sesajen diletakkan sang perempuan.

Setelah dilihat lebih teliti, kata dia, pot tersebut berisi anak panah kecil, micro SD, secarik kertas, dan semacam batu kecil berwarna-warni dengan harum yang menyengat. Johan mengaku tidak tahu maksud wanita tersebut meletakkan benda-benda itu.

"Kami di KPK senantiasa menyandarkan dan berserah diri selalu hanya kepada Tuhan," ujar Johan.
Menurut dia, benda semacam sesajen kerap ditemukan di Gedung KPK. Johan menilai ada sebagian pihak yang beranggapan bahwa KPK bisa diintervensi melalui cara-cara spiritual.

Sumber : trıbun tımur
LamellongPos

LAMELLONGPOS.COM, MAKASSAR -Berkas dugaan korupsi putra mantan Bupati Bone Andi Idris Galigo, Irsan Idris Galigo, dilimpahkan lagi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.
pelimpahan berkas Cicang, sapaan Irsan, kali ketujuh dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar ke kejati.
Polda Sulselbar menetapkan Cicang sebagai tersangka dugaan korupsi dalam proyek perbaikan lahan dan jaringan irigasi (PLIJB) tahun 2007 pada 17 Oktober 2012. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 1.666.127.673 miliar.
Saat ditetapkan tersangka, Cicang masih berstatus anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar.
Sejak ditetapkan tersangka, sudah tiga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar yang menangani kasus tersebut, Irjen Pol Mudji Waluyo, Irjen Pol Burhanuddin Andi, dan Irjen Pol Anton Setiadji.
Dilimpahkan Lagi
Penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulselbar mengaku sudah melimpahkan lagi berkas Cicang ke kejati, Jumat (19/9).
"Ya, kita sudah limpahkan kembali berkas perkara Cicang. Kita sudah melengkapi petunjuk jaksa. Semua yang diminta jaksa kita sudah penuhi semua," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombespol Endi Sutendi, kemarin.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Rahman Morra, membenarkan pelimpahan berkas tersebut, pekan lalu. Untuk sementara pihaknya sementara mempelajari pelimpahan berkas tersebut.
"Kami sementara pelajari dulu. Apakah sudah memenuhi unsur untuk penyidikan. Jika belum, kita pasti kembalikan lagi ke Polda," ujar Rahman Morra.
Dalam kasus korupsi yang menjerat Cicang jelas terbukti, dimana sebelumnya pada 11 Januari 2013, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar justru menjatuhkan vonis empat tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsidair tiga bulan penjara kepada Kuasa Direksi PT Bumicon, Umar Said Assegaf selaku rekanan dalam perkara korupsi proyek perbaikan lahan dan jaringan irigasi Bone (PLJIB) 2007 ini.
Pada pembacaan amar putusan terpidana Umar Said Assegaf  oleh Majelis hakim yang diketuai M Damis, nama Irsan Idris Galigo tercatut dijelaskan keterlibatannya Cicang sebagai penerima uang Rp1,58 miliar yang mengakibatkan kerugian negara. Selain itu juga disebutkan bahwa,sebuah cincin berlian senilai Rp10 juta juga diserahkan kepada isterinya bernama Faradibah.
Sumber : Trıbun Tımur
LamellongPos







MANADO, LAMELLONG.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut pihaknya siap menggantung aparat di Sulut yang melakukan tindak pidana korupsi.

"Makanya Polisi dan Kejaksaan kita dorong. Karena KPK tak bisa mengambil alih semua kasus di Indonesia, dengan personel yang sangat terbatas. Kalau polisi dan jaksa tak baik, kita gantung," tegasnya, Kamis (18/9/2014).

Dari informasi yang dihimpun, KPK punya tradisi berkunjung ke daerah, sekaligus memanggil pejabat untuk diperiksa. Saat ditanya perihal tersebut, Samad tak bersedia memberi penjelasan.

"Kita di sini kan dalam rangka memenuhi undangan Rektor Unima untuk memberi kuliah umum. KPK juga sudah kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk memberi pendidikan anti-korupsi dini dari tingkat PAUD sampai mahasiswa," tuturnya.
Samad disambut bak artis. Seusai menjalankan kuliah umum, ribuan mahasiswa berlomba-lomba minta foto, bahkan tanda tangan.

Samad dengan ramahnya, sebisa mungkin melayani antusias mahasiswa tersebut. Protokoler sempat ingin menghalangi para mahasiswa.
Namun Samad melarang dan dengan ramahnya mengatakan, "Biarkan mereka ekspresikan antusiasme mereka."

Sumber : trıbun tımur
LamellongPos

WATAMPONE,LAMELLONGPOS.COM,- Seorang oknum guru SD di Kabupaten Bone dilaporkan ke polisi karena merudapaksa siswinya sendiri.
Dari informasi yang dihimpun, berdasarkan laporan korban pelaku dugaan asusila tersebut di duga dilakukan oleh salah seorang oknum guru berinisial SY (35).
Bahkan dari laporan korban, pelaku  melakukan tindakan rudapaksa sebanyak dua kali. Korban yang didampingi aktivis Lembaga Perlindungan Perempuan (LPP) Kabupaten Bone saat melapor pada Kamis (18/9/2014) tersebut menjelaskan dalam laporannya, pelaku melakukan tindakannya pertama pada tahun 2013 lalu.
Perlakuan bejat itu diduga dilakukan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang terletak di Kecamatan Tanete Riattang sedangkan yang kedua diduga dilakukan Rabu 17 September 2014.
Laporan dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur tersebut diterima SPKT Polres Bone, Kamis sore (18/9/2014).
Paur Sub Bagian Humas Polres Bone, Ipda Zulaeni T menjelaskan, telah menerima laporan tersebut dan sementara dilakukan proses penyelidikan.
"Laporannya telah diterima, sementara dilakukan pemeriksaan dan dilimpahkan di Unit PPA Polres Bone dan pengumpulan alat bukti terkait kasus ini, kami juga sementara menunggu hasil visum terhadap korban," ujarnya.
Sementara itu ibu korban yang meminta namanya tidak disebut berharap agar pihak kepolisian menangkap pelaku tersebut.
"Saya berharap agar pelaku segera ditangkap, apalagi tindakannya membuat anak saya menjadi trauma," ujarnya.
Ibu korban mengatakan, sejak kejadian tersebut anaknya memperlihatkan gelagat yang tidak biasanya, bahkan hal tersebut juga diketahuinya dari pihak sekolah.
"Anak saya trauma, awalnya dia tidak mau bicara, tapi setelah saya ketahui kejadian ini saya segera meminta agar dilaporkan ke polisi," tukasnya. 
Sementara itu Martina Madjid dari LPP Bone yang ditemui sesaat setelah Melati diambil laporannya di ruang penyidik Unit PPA Polres Bone mengatakan kasus ini harus menjadi fokus kepolisian apalagi telah menimpa anak di bawah umur.
"Kami akan melakukan pendampingan hukum, harapan kami pelaku di jerat dengan hukuman sesuai dengan perbuatannya tersebut, " ujarnya.
Terkait dugaan pelaku adalah oknum guru korban sendiri, Martina mengatakan dugaan tersebut di wilayah pihak kepolisian.
"Untuk penyelidikinya itu adalah domain pihak kepolisian termasuk identitas dan motif pelaku dugaan asusila tersebut," ujarnya.
Hingga berita ini dituliskan, pelaku berinisial SY tersebut belum diamankan pihak kepolisian, pihak penyidik kepolisian mengaku masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan atas kasus asusila tersebut.
Sumber : Sındo
LamellongPos















MAKASSAR, LAMELLONGPOS.COM -Nor Rezky Pelaka Tada (17), salah seorang mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar (UNM) babak-belur di massa warga, Minggu (14/9/2014) malam.

Noor menjadi bulan-bulanan warga di Jl Muhajirin 2 Malengkeri, Kecamatan Tamalate Makassar, sekitar pukul 19.30 wita, karena diduga melecehkan seorang perempuan dengan modus meremas payudara.
Akibatnya, korban mengalami robek pada bagian kepala samping kanan, kepala bagian atas, alis mata kanan robek, pipi sebelah kiri robek, bibir atas dan bibir bawah mengalami pembengkakan, kemudian pipi, dan alis mata. Di bagian kepala terdapat 30  jahitan.

Warga juga membakar sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan nomor polisi DD 5942 Q milik Nor.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombespol Endi Sutendi mengatakan, kasus pengeroyokan dan pelecehan ini telah ditangani Polsek Tamalate.

"Saat itu, Mahasiswa tersebut langsung diamankan polisi dari amukan massa. Karena kondisinya parah, Nor kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara," ujar Endi.(*)

Sumber : Trıbun Tımur
LamellongPos