Bone,

LAMELLONGPOS.COM, WATAMPONE - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, Andi Amin Mangussara mengungkapkan, kasus mandek yang ditangani penyidik Reskrim Polres Bone harus diungkap.

"Polisi tugasnya mengayomi dan memberikan rasa aman. Perampokan dan kasus pencurian harus diungkap begitu juga dengan kasus-kasus lain," kata Amin, Rabu (20/5/2015).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Andi Asdar belum berhasil dikonfirmasi, pesan singkat yang dilayangkan tribun belum dijawabnya.

Menanggapi banyaknya kasus mandek di Polres Bone, Kabid Humas Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Hariadi enggan berkomentar banyak. Menurutnya, kasus mandek yang ditangani penyidik Satuan Reskrim Bone belum diketahuinya.
"Saya belum bisa komentar karena saya belum cek," kata Hariadi, 

Sumber : Tribun Timur

WATAMPONE.LAMELLONGPOS - Setelah sempat diamankan selama 6 kali 24 jam, dua terduga pengedar narkoba jenis sabu,  Andi Tri Amalia (31) dan Andi Yayan Hendrayana (28) akhirnya dilepas oleh aparat Satuan Narkoba Polres Bone, Sabtu (09/05/2015) sekira pukul 23.00 WITA.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bone, Iptu Rudi mengatakan, keduanya dilepas lantaran hasil tes urine yang dikeluarkan oleh Labfor Polda Sulsel, keduanya dinyatakan negatif mengkomsumsi sabu. "Hasilnya negatif," kata Rudi 


Diberitakan sebelumnya, Andi Tri bersama Andi Yayan ditangkap polisi lantaran diduga telah menyimpan dan menguasai narkotika jenis sabu, pada Senin (04/05/2015) lalu, dijalan Bau Massepe, Watampone, Sulawesi Selatan.

  
Dari tangan Andi Tri, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 1 (satu) paket narkoba diduga sabu senilai Rp 900 ribu, yang disimpan di belakang lemari pakaian, sementara dari tangan Andi Yayan petugas menemukan 2 (dua) paket kecil narkoba diduga sabu yang tertempel di kap motor yang gunakan terduga pelaku.

Ironisnya, meski ditemukan barang bukti narkoba dari tangan keduanya, namun Polisi terksesan tidak mampu berbuat apa-apa untuk menyeret keduanya ke balik jeruji sel tahanan Mapolres Bone. Bahkan pihak Kepolisian sendiri hingga kini belum memberikan penjelasan terkait alasan pembebasan keduanya.


Sumber : Bonepos.com
Editor    : edy

Ilustrasi
Warung internet (warnet) yang biasanya dijadikan tempat mangkal para remaja Rabu (29/04) malam menjadi sasaran amukan pemuda yang salah satu diantaranya merupakan putra salah seorang Anggota POLISI yang bertugas diPOLANTAS Polres Bone.

Sekitar pukul 22:45 FS bersama dengan rekannya mendatangi warnet madani yang terletak di Jalan Sungai Musi dan merusak sejumlah peralatan warnet berupa komputer, speaker dan memecahkan sejumlah gelas milik warnet.

Menurut keterangan pelaku saat dimintai keterangan di kantor Mapolsek Tenete Riattang, dirinya pernah dikeroyok oleh sejumlah orang yang sering mangkal di warung internet Madani, karna dirinya tidak menerima perlakuan orang tersebut, dia dan bersama beberapa rekannya mendatangi warnet Madani yang terletak dijalan sungai musi, lantaran tidak menemukan orang yang dia cari, dirinya dan sejumlah rekannya merasa kesal dan langsung memukul barang-barang yang ada di sekitar warnet.

Sementara itu Aiptu Ahyar Usman Kanit SPK Polsek Tanete Riattang mengatakan kalau pelaku dibawa oleh warga kekantor lantaran mengamuk di warung internet dan merusaki sejumlah barang yang ada di warnet itu

"kami akan memanggil orang tua pelaku dan biarkan orang tuanya yang menyelesaikan dengan pemilik warnet, bagaimana baiknya"ungkap Ahyar


Sumber : bugiswarta.com
Editor    : Lamallongi

JAKARTA.LAMELLONGPOS.COM. Jadwal semifinal Liga Champions 2015 akan segera diketahui pada pukul 18.00, Jumat (24/4/2015). Undian akan dilakukan di markas besar UEFA di Nyon, Swiss.

Sesuai jadwal, semifinal Liga Champions 2015 akan digelar pada 6 dan 7 Mei untuk leg pertama dan 13 dan 14 Mei untuk leg kedua. Selanjutnya final akan digelar pada 6 Juni 2015 di Berlin.

Semi-finals, leg pertama 6-7/5/15

Semi-finals, leg kedua 13-14/5/15

Final (Olympiastadion , Berlin) 6/6/15

Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen dan Juventus menjadi empat klub yang hadir di semifinal Liga Champions 2015. Publik sepak bola kini tengah menunggu hasil undian jadwal semifinal Liga Champions.

Undian di UEFA untuk partai semifinal Liga Champions 2015 dilakukan dengan sistem terbuka yang berarti klub berasal dari asosiasi sepak bola atau negara yang sama bisa saja bertemu. Jadi, misalnya, Real Madrid vs Barcelona bisa saja muncul dalam hasil undian jadwal semifinal Liga Champions musim ini di semifinal.

Yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada pertandingan leg pertama adalah klub yang pertama keluar dalam babak undian pada 6 dan 7 Mei. Dilanjutkan dengan pertandingan leg kedua sepekan kemudian.

Selain menentukan jadwal semifinal Liga Champions 2015, undian di markas besar UEFA di Nyon sekaligus akan menentukan siapa ‘tuan rumah’ partai final di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman pada 6 Juni.

Hasil undian semifinal Liga Champions 2015 pasti mendapatkan perhatian para pecinta sepak bola tidak hanya di Eropa. Lalu partai mana yang menjadi semifinal ideal Liga Champions 2015? Mungkinkah Barcelona vs Real Madrid dan Bayern Muenchen vs Juventus

Harapan terhadap hasil undian partai semifinal ideal Liga Champion 2015 memang harus mempertemukan Barcelona vs Real Madrid dan Muenchen vs Juventus di partai lainnya. Dengan pertemuan el Clasico tentu akan terhindarkan terjadinya All Spain Final di Liga Champions musim ini.

Dengan hasil undian semifinal ideal Liga Champions 2015 itu, harapan lanjutannya adalah final antara Barcelona atau Real Madrid melawan Bayern Muenchen, bukan Juventus. Tanpa bermaksud mengecilkan si Nyonya Tua, ketiga klub tersebut adalah tim terbaik di Eropa bahkan dunia saat ini.

Berdasarkan ranking klub-klub Eropa, Real Madrid menempati urutan teratas klub terbaik Eropa, diikuti oleh Barcelona dan Bayern Muenchen. Sementara Juventus berada di urutan 15. Final antara Real Madrid vs Bayern Muenchen atau Barcelona vs Muenchen pasti juga akan lebih wah karena akan melibatkan para pendukung lintas negara itu.

Sumber: BISNIS.COM


Mahasiswa PPL Menanam  Pohon 
LAMURU.LAMELLONGPOS.COM. Meski trik panas matahari menyengat hingga keringat bercucuran keluar, namun tak mengurungkan semangat dan atusiasme mahasiswa PPL Akper dan Akbid Bataritoja Watampone yang gencar melakukan kegiatan bakti sosial (baksos)  di Desa Lamuru Kecamatan Tellusiattingnge Kabupaten Bone

Kegiatan baksos yang dilaksanakan pada Kamis 23/04/2015 sekaligus dirangkaikan dengan menanam pohon yang dinamakan penanaman seribu pohon sebagai wujud program kerja Desa yang sebelumnya telah disusun bersama masyarakat dalam Musyawarah Masyarakat Desa II (MMD II).

Menurut salah satu mahasiswa PPL yakni Dahlia yang dikonfirmasi melalui telepon celuler menjelaskan, kegiatan baksos ini sengaja kami laksanakan lebih awal mengingat Desa Lamuru merupakan salah satu Desa yang terpilih diantara beberapa Desa di Kecamatan Tellusiattingnge untuk mengikuti program lomba Desa Sehat yang di selenggarakan Pemerintah Kabupaten Bone, jadi diharapkan kegiatan baksos ini sekiranya dapat membantu masyarakat  agar kebersihan lingkungan Desa selalu terjaga.

Lebih lanjud Dahlia menuturkan selain program baksos ini masih banyak lagi perogram lainnya yang rencananya akan direalisasikan kedepannya termasuk penyuluhan kesehatan bagi masyrakat terutama di tingkat satuan pendidikan (sekolah) paparnya.

Peraktek Kerja Lapangan (PPL) yang dilaksanakan Peguruan tinggi Akper dan Akbid Bataritoja Watampone  bagi mahasiswa semester akhir dimulai pada tanggal 12/04/2015 kemarin dan akan berlangsung hingga tanggal 12/04/2015 mendatang.


Laporan : EDINAHARTO

WATAMPONE.LAMELLONGPOS.COM - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi mengatakan, hasil tes urine terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu yang melibatkan oknum anggota Santuan Narkoba Polres Bone yang dikeluarkan oleh Puslabfor Polda Sulselbar terbukti positif.

"Jadi informasi kami peroleh dari Direktorat Narkoba Polda Sulselbar, hasil tes urine yang bersangkutan (Brigpol AA) positif mengkomsumsi narkoba, " kata Endi, Jumat (06/03/2015) sore.

Endi menjelaskan, mengenai satus kepemilikan narkoba yang diduga sabu, belum bisa ditingkakan dari penyelidikan dan penyidikan karena tidak cukup bukti dan tidak adanya saksi yang memberatkan yang bersangkutan.

"Namun tidak menutup dikemudian hari, jika ada saksi yang memberatkan, kasus ini akan kami tingkatkan ke proses penyidikan," jelasnya.

Sementara itu, terkait hasil tes urine Brigpol AA yang positif mengkomsumsi narkoba, kata Endi, maka yang bersangkan dinyatakan melanggar dan akan diproses secara pidana maupun disiplin serta kode etik.

Sumber Bonepos.com

ILustrasi
LAMELLONGPOS.COM, JAKARTA - Nanang Farid Sjam, mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berorasi,seraya menyerukan kepada para pegawai KPK lainnya untuk melawan upaya pelemahan dari pihak mana pun. Sekalipun dari pimpinan. Para pegawai KPK mengaku siap mati melawan koruptor daripada menanggung malu dengan berkoalisi bersama para koruptor.
Seruan Nanang, tak lain adalah bagian dari bentuk protes sekaligus mendesak pimpinan KPK membatalkan pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
"Saya berpesan pada penguasa gedung ini, kami siap mati dalam keadaan mulia. Yang kami tidak sanggup menanggung rasa malu mengkhianati dan melacurkan diri ke para koruptor," ujar Nanang yang kini fungsional pada Direktorat Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) di halaman Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Di hadapan Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki yang ikut hadir, Nanang menegaskan bahwa para pegawai KPK tidak takut melawan koruptor karena amanah yang dititipkan masyarakat untuk memberantas korupsi.
Sejak mendaftar menjadi pegawai KPK, mereka sudah tahu terhadap ancaman menghadapi para koruptor. "Kalaupun harus terkubur di gedung ini, kita harus apa kawan-kawan? Lawan! Tidak ada satu pun yang bisa membajak perjuangan kita," kata Nanang.
"Para pemimpin yang katanya negarawan bisa saja memenjarakan badan kita, tapi mereka tidak bisa memenjarakan hati kita," lanjut dia.
Sehari sebelumnya, KPK resmi melimpahkan penanganan perkara yang melibatkan Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. Ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan bahwa penetapan status tersangka Budi oleh KPK tidak sah secara hukum. Namun, kejaksaan akan melimpahkan kasus itu ke Polri.
Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti justru membuka peluang kasus Budi Gunawan akhirnya dihentikan penyelidikannya. "Kalau nanti misalnya sudah masuk ke penyidikan, bisa juga di-SP3. Tapi, yang dipastikan oleh KPK dan Polri ini masih penyelidikan karena penyidikannya dibatalkan putusan praperadilan," kata Badrodin.
Sebelumnya, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian. Budi lantas menggugat penetapannya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan


Sumber : Tribun timur