Bone,

LAMELLONG POS : HOME »

 name   name

 name

WATAMPONE.LAMELLONGPOS.COM - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi mengatakan, hasil tes urine terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu yang melibatkan oknum anggota Santuan Narkoba Polres Bone yang dikeluarkan oleh Puslabfor Polda Sulselbar terbukti positif.

"Jadi informasi kami peroleh dari Direktorat Narkoba Polda Sulselbar, hasil tes urine yang bersangkutan (Brigpol AA) positif mengkomsumsi narkoba, " kata Endi, Jumat (06/03/2015) sore.

Endi menjelaskan, mengenai satus kepemilikan narkoba yang diduga sabu, belum bisa ditingkakan dari penyelidikan dan penyidikan karena tidak cukup bukti dan tidak adanya saksi yang memberatkan yang bersangkutan.

"Namun tidak menutup dikemudian hari, jika ada saksi yang memberatkan, kasus ini akan kami tingkatkan ke proses penyidikan," jelasnya.

Sementara itu, terkait hasil tes urine Brigpol AA yang positif mengkomsumsi narkoba, kata Endi, maka yang bersangkan dinyatakan melanggar dan akan diproses secara pidana maupun disiplin serta kode etik.

Sumber Bonepos.com

ILustrasi
LAMELLONGPOS.COM, JAKARTA - Nanang Farid Sjam, mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berorasi,seraya menyerukan kepada para pegawai KPK lainnya untuk melawan upaya pelemahan dari pihak mana pun. Sekalipun dari pimpinan. Para pegawai KPK mengaku siap mati melawan koruptor daripada menanggung malu dengan berkoalisi bersama para koruptor.
Seruan Nanang, tak lain adalah bagian dari bentuk protes sekaligus mendesak pimpinan KPK membatalkan pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
"Saya berpesan pada penguasa gedung ini, kami siap mati dalam keadaan mulia. Yang kami tidak sanggup menanggung rasa malu mengkhianati dan melacurkan diri ke para koruptor," ujar Nanang yang kini fungsional pada Direktorat Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) di halaman Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Di hadapan Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki yang ikut hadir, Nanang menegaskan bahwa para pegawai KPK tidak takut melawan koruptor karena amanah yang dititipkan masyarakat untuk memberantas korupsi.
Sejak mendaftar menjadi pegawai KPK, mereka sudah tahu terhadap ancaman menghadapi para koruptor. "Kalaupun harus terkubur di gedung ini, kita harus apa kawan-kawan? Lawan! Tidak ada satu pun yang bisa membajak perjuangan kita," kata Nanang.
"Para pemimpin yang katanya negarawan bisa saja memenjarakan badan kita, tapi mereka tidak bisa memenjarakan hati kita," lanjut dia.
Sehari sebelumnya, KPK resmi melimpahkan penanganan perkara yang melibatkan Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. Ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan bahwa penetapan status tersangka Budi oleh KPK tidak sah secara hukum. Namun, kejaksaan akan melimpahkan kasus itu ke Polri.
Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti justru membuka peluang kasus Budi Gunawan akhirnya dihentikan penyelidikannya. "Kalau nanti misalnya sudah masuk ke penyidikan, bisa juga di-SP3. Tapi, yang dipastikan oleh KPK dan Polri ini masih penyelidikan karena penyidikannya dibatalkan putusan praperadilan," kata Badrodin.
Sebelumnya, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian. Budi lantas menggugat penetapannya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan


Sumber : Tribun timur



 ILustrasi pelaku Narkoba
WATAMPONE.LAMELLONGPOS.COM - Satuan Reskrim Polsek Tanete Riattang menangkap sedikitnya 4 orang pengguna narkoba diduga jenis sabu. Penangkapan tersebut bermula ketika polisi melakukan pengerebekan di sebuh rumah yang terletak di Jalan Abu Daeng Pasolong, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Senin (02/03/2015). Dari empat pelaku diketahui dua dari mereka merupakan mahasiswa di perguruan tinggi negeri ternama di Bone.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keempat pelaku narkoba yang ditangkap sekira pukul 22.00 WITA itu adalah, AA bin Andi Yusran (21), RN bin Syamsu (23) keduanya merupakan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone. Sementara dua pelaku lainnya yakni IS bin Rasyid (22) dan AK bin Daeng Mangile (24) merupakan petani asal jalan MT Haryono, Bone.

Kepala Kepolisian Sektor Tanete Riattang, Kompol Jazardi yang dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya saat ini keempat tersangka berikut barang buktinya sudah diamankan di Mapolsek Tanete Riattang. "Iya, saat ini pelaku tengah diintrogasi di Mapolsek," ungkap Jazardi, Senin malam (02/03/2015).

Pada penangkapan kali ini, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, 1 buah plastik klip bening bekas tempat sabu, 3 buah korek api, 1 buah bong (alat hisap), 1 buah potongan alat hisap berupa pipet plastik dan
uang tunai sebesar Rp 580 ribu.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku yang diduga sebagai pengguna narkoba tersebut diancam hukuman pasal 111 ayat 1 jo Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang no.35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 4-12 tahun penjara. 



Sumber Bonepos.com

LAMELLONGPOS.COM, WATAMPONE- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lamellong, Muhammad Rusdi, mendesak Kapolres Bone, Ajun Komisaris Besar Yulias Kus Nugroho, segera menuntaskan kasus raibnya 12 ton Solar di Mapolres Bone.

"Kapolres Bone harus berani menyelasaikan kasus raibnya BBM (bahan bakar minyak) 12 ton Solar di Mapolres Bone. Kalau tidak bisa, maka Polda Sulsel harus segera mengambil alih kasus itu," kata Rusdi, Jumat (16/1/2015) malam.

Rusdi menambahkan, mandeknya kasus yang menyeret empat tersangka tersebut merupakan satu bukti, Polres Bone mandul.

"Bukti mandulnya adalah, ada empat orang tersangka. Selain itu ada barang bukti, masa kasus begitu tidak bisa diselasaikan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Watampone, Alham, mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus itu.

"Kita sudah minta berkasnya. Hanya saja, Polisi belum memberikan. Tetap kita tunggu berkasnya," kata Alham.
Empat tersangka kasus ini, yakni, Bahri (34), Alim (32), Ifan (30) dan Lukman (35).(*)

Sumber :Tribun timur

Lamellongpos, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan kejutan menjelang pelantikan Kepala Kepolisian RI. KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang menjadi calon tunggal Kapolri, sebagai tersangka kasus rekening gendut. Menurut KPK, calon Kapolri ini dijerat atas kasus kepemilikan rekening yang mencurigakan.
"Komjen BG tersangka kasus tipikor (tindak pidana korupsi) saat menduduki Kepala Biro Pembinaan Karier (Polri)," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di Kuningan, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2015.

Menurut Samad, KPK melakukan penyelidikan sejak Juli 2014. Budi diduga melanggar Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

"KPK telah melakukan penyidikan setengah tahun lebih terhadap transaksi mencurigakan (Budi)," ujarnya


Sumber : Tempo


WATAMPONE,LAMELLONGPOS--Jajaran Kodim 1407 Bone berduka. Hal ini berawal saat peristiwa tragis menimpa salah seorang anggotanya yakni Pasiter Kodim 1407 Bone, Kapten Inf Bustang (53), yang diduga telah menghabisi nyawa sendiri saat jam kerja di pos penjagaan Kodim, Selasa (6/1/15) di Jalan Lapatau.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Bone, orang yang pertama kali menemukan korban tepat saat korban meledakkan peluru dikepalanya yakni, Pelda Yusuf yang tengah piket.
Sesaat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS M. Yasin, namun karena dalam kondisi kritis sehingga dirujuk ke RSUD Tenriawaru.


Menurut Kepala Rumah Sakit dr Muh Yasin, Letkol CKM P Indal Patra, kalau ada luka di bagian kepala yang sangat parah yakni sebelah kiri karena diduga tembusan peluru dari sebelah kanan. "Ada luka bagian kepala ukuran kecil tembus dari kanan ke kiri, itu diduga alur peluru. Sebelumnya sempat dirawat di Rumkit Yasin sebelum dibawa ke RSUD Tenriawaru," ujarnya.


Kasi Humas BLUD RSU, Ramli, SH mengatakan, kalau korban dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. "Waktu dibawa kesini, kepala korban tak henti mengucurkan darah, dan dokter memberi tindakan membersihkan dan berusaha menekan luka agar darah berhenti mengalir," jelas Ramli.
Hanya berselang 20 menit, sekitar pukul 14.20 wita, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir dengan luka kecil dikepala yang diduga bekas peluru dan menembus kepala korban.
Menurut Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 141/TP, Mayor CAJ Rudi Taga kalau penyebab kematian belum diketahui karena masih diselidiki POM dan intel, namun untuk sementara diduga bunuh diri.


Penulis : Ruz





WATAMPONE,LAMELLONGPOS.COM--Kepala kantor kebersihan memenuhi panggilan Polres Bone untuk melakukan identifikasi pengumpulan bahan keterangan terkait dugaan penyimpangan gaji petugas kebersihan yang tertunda selama dua bulan.

Kasus ditangani Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat petugas kebersihan untuk mengumpulkan bahan keterangan terhadap honor petugas kebersihan Sebatas pengambilan keterangan.


Kanit Tipikor Moh. Pahrun,SH.,MH yang dikonfirmasi 5 Januari kemarin membeberkan bahwa belum ada status yang bisa diberikan pasalnya masih dalam tahan pengumpulan bahan keterangan "Status baru pengmbilan keterangan dan klarifikasi terhadap Bendahara yang dimulai sejak hari jum'at, PPTK dan TU dan kepala kantor kebersihan Yudis, jadi sudah 4 Hari dimulai pengambilan keterangan,"ungkapnya kepada Wartawan 5 Januari kemarin

Klarifikasi dan pengumpulan data terkait dengan gaji petugas sampah kebersihan dan untuk hasilnya klarifikasinya belum bisa dibeberkan pasalnya masih tahap pengumpulan bahan keterangan "


Dugaan penyimpangan upah honor dari pegawai kebersihan dilakukan berdasarkan informasi dari media dan demo yang dilakukan beberapa waktu yang lalu tujuannya untuk mengetahui alasan keterlambatan pembayaran kepada petugas pemungut sampah,"terangnya

Hal senada juga disampaikan oleh Kasat reskrim Polres Bone Andi Asdar A.Md bahwa belum ada status karena masih sementara Lidik, termasuk pengecekan terkait dengan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pencairan "Ini masih pengumpulan baket, jadi belum memiliki status," ujarnya


Sementara Yudis belum bisa dikonfirmasi pasalnya masih menjalani pemeriksaan pengumpulan data-data alasan keterlambatan pembayaran gaji petugas kebersihan.


Penulis : Usm
editor  : Ruz